Tuesday, August 28, 2018

Umat Muslim Fafanlap Korbankan Tiga Hewan Kurban pada Peringatan Idul Adha 1439 Hijriyah


Momentum peringatan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018 lalu tidak saja dirasakan di kota-kota besar atau didaerah metropolitan tetapi juga makna peringatan yang dirayakan umat muslim di seantero jagat tersebut juga di daerah-daerah yang jauh dipendalaman, didaerah pesisir bahkan di daerah pengunungan.

Memetik makna dibalik perayaan keagamaan ini juga dirasakan oleh umat muslim yang ada di Kampung Fafanlap. Salah satu kampung di Distrik Misool Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Sebagaimana yang dilaporkan Harun Loji, salah satu warga Kampung Fanfanlap kepada Media Center Raja Ampat menjelaskan sebagaimana di daerah lain, peringatan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah di Kampung Fafanlap sangat disambut antusias oleh seluruh umat muslim.

Pada peringatan Idul Adha 1439 Hijriyah ini Umat Muslim di Kampung Fafanlap mengorbankan 3 ekor sapi sebagai hewan kurban.

“Sapi Kurban sebanyak 3 ekor.  Satu (1) dari kontraktor PLN, Satu (1) dari Keluarga Loji Kampung Fafanlap dan satu (1)  dari Jamaah muslim Kampung Fafanlap,” tulis Harun Loji pada pesan mesengernya, Sabtu, (24/8).  

 Lebih lanjut ia melaporkan bahwa Sholat Ied atau Sholat Idul Adha di pusatkan di Masjid Jumaiyatul lkhwan Kampung Fafanlap, Distrik Misool Selatan.  Sholat yang dimulai tepat pukul 08.00 Wit (Waktu Indonesia Timur, red) dihadiri oleh seluruh umat muslim Kampung Fanfanlap dan beberpa umat muslim dari kampung sekitarnya.

Ada pun imam yang memimpin Sholat Ied pada hari itu dalah H. Husen Umbalak sedangkan khatib  yang membawa kutbah dan pesan-pesan iman pada pelakanaan Sholat Idul Adha di kampung yang berdekatan dengan obyek wisata “Punak Harfat Dapunlol Misool” itu adalah H.Abdul Gafur Loji.





Harun Loji menjelaskan H.Abdul Gafur Loji  dalam khutbahnya  mengajak kaum muslim meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam dan moment idul kurban adalah mengajarkan umat manusia tentang keiklasan dalam berbuat atau berbagi antara sesama tanpa mengharapkan imbalan  tetapi apa yang dilakukan semata-mata sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

“Pesan khutbahnya  adalah mengajak kaum muslim meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kpda Allah SWT Tuhan semesta alam dan moment idul kurban adlah mengajarkan kita ttg keiklasan dlm berbuat atau berbagi antara sesama tanpa mgharapkan imbalan namun dr apa yg kita lakukan semata - mata hanyalah bentuk peribadatan kpda Allah SWT. Dan kita selalu berbuat kebajikan sbgai bekal dihari kemudian,” tulis Harun Loji dalam pesan mesengernya. by. Admin_KbrR4

Aliansi Perempuan Maya Raja Ampat Bekali Ibu-Ibu Distrik dengan Keterampilan Anyam-Anyaman




Aliansi Perempuan Maya (Alperma) melatih dan membimbing ibu-ibu distrik di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat dengan keterampilan anyaman. Kegiatan yang berlangsung di di Gedung wanita Syalome Syeben, Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat,  Selasa (27/8) ini dihadiri  Ketua Dan Badan Pengurus Aliansi Perempuan Maya Kabupaten Raja Ampat,  Nunce Kristin Gaman,  Para Intrusktur atau Narasumber,  Para  Pejabat  di Lingkungan Pemda Raja Ampat serta sejumlah tamu undangannya lainnya.

Pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bidang Perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Raja Ampat, Maryam Maulud, Amd.Keb mengatakan selama ini telah banyak program dan pelatihan yang telah dilakukan, salah satunya pada tahun 2018 melalui Aliansi Perempuan Maya mengelar pelatihan anyam-anyaman bagi kaum perempuan Raja Ampat.

 “Selaku kepala daerah, saya menyambut baik dengan dilaksanakan kegiatan ini,  mengingat bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kapasitas dan kemampuan kaum perempuan Raja Ampat guna terlibat secra aktif dalam pembagunan,” ujar Abdul Faris Umlati dalam sambutannya.

Dijelaskannya pengembangan usaha-usaha kerajinan lokal seperti anyam-anyaman kegiatan ini pula sangat bermanfaat dalam rangka melestarikan kerajinan anyam-anyaman yang telah di wariskan oleh para leluhur kita dahulu, tetapi juga dalam mendukung perkembangan dan pembangunan sektor pariwisata Raja Ampat.

"Saya Berharap melalui kegiatan ini kaum perempuan Raja Ampat memperoleh pengetuahuan dan wawasan kunci tentang upaya peningkatan peran serta dan partisipasi kaum perempuan dalam pembangunan sebagai media pemberdayaan serta tetap aktif dan kreatif megembangkan usaha-usaha kerajinan untuk peningkatan ekonomi keluarga," tambahnya.

Ia  berharap peserta dapat mengikuti pelatihan itu dengan baik sebab bertujaun untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan ketrampilan peserta itu sendiri dalam membangundiri, masyarakat dan tentunya menjadi kontribusi yang positf dalam pembugunan sumber daya perempuan di Raja Ampat.

Aliansi Perempuan Maya merupakan salah satu aliansi perempuan-perempuan yang berasal dari suku asli Raja Ampat, yakni suku Maya. Pelatihan ini sebagai bentuk kepedulian perempuan-perempuan suku asli Raja Ampat dalam ini suku Maya untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan daerah.by. Admin_KBR-R4 

Tuesday, August 21, 2018

Aksi Bebas Sampah di Laut, Raja Ampat Libatkan Ratusan Diver

Bagi kebanyakan orang laut adalah lumbung hidup. tetapi disini lainnya banyak orang juga tak menyadari hal ini. Bagi orang indonesia, laut tidak saja sumber kehidupan tetapi juga memiliki fungsi penting bagi pertahanan negara dan kedaulatan NKRI. 

Menjaga dan merawat laut mungkin bagian penting dari sikap hidup untuk bersyukur karena Tuhan menganugerahkan bangsa Indonesia sumber daya alam yang melimpa di perairan. karena itulah maka pemerintah melalui lembaga terkait mencanangkan gerakan membersih laut dan pantai dari sampah dan bintang berduri. 

di Raja Ampat guna mensukseskan gerakan nasional untuk membebaskan laut dari sampah tersebut, pemda Raja Ampat melibatkan puluhan penyelam (diver) dari berbagai lembaga baik instansi pemerintah maupun swasta untuk membersihkan laut Raja Ampat dari sampah dan bintang berduri.

Aksi bersih laut yang bertajuk, "bersih-bersih laut, angkat bintang laut berduri, menghadap ke laut di 73 titik sepanjang pesisir pantai seluruh Indonesia"  dilaksanakan di Pelabuhan Waisai-Kota Raja Ampat, Minggu (19/8/2018).

Selain Pelabuhan Waisai sebagai pintu masuk Raja Ampat kegiatan serupa juga dilaksanakan di dua obyek wisata di Raja Ampat yakni Pulau Saunek Mondey dan Pulau Arborek, Distrik Meonsmanswar, Raja Ampat.

Bupati Raja Ampat melalui Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo menjelaskan kegiatan bersih-bersih laut ini merupakan aksi nasional untuk membebaskan laut Indonesia dari sampah. Kegiatan ini sebagai aksi nyata peduli laut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dijelaskannya kegiatan ini tidak saja dilaksanakan di Raja Ampat tetapi juga di 72 titik pantai lainnya di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke.

"Raja Ampat menjadi titik terakhir dari aksi bersih-bersih laut dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini," ujar Yusdi Lamatenggo.

"Gerakan ini untuk mendukung gerakan  nasional membersihkan laut. Kenapa? Untuk menanamkan rasa cinta kita kepada laut," tambahnya.

Dikatakannya, laut bersih itu tidak  saja menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh komponen masyarakat.

Ia berharap aksi bersih laut ini menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak untuk bersama-sama menjaga Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia.

"Kita usahakan Raja Ampat ini harus bersih dan  bebas dari sampah," harap Yusdi.

Lebih lanjut dikatanya, di dunia ini Indonesia merupakan negara dengan  penyumbang sampah kaut terbesar di dunia.

"Jika dibiarkan maka laut  kita akan penuh sampah. Bahkan penelitian Universitas Hasanuddin menjeladkan ikan di Indonesia bagian timur banyak mengandung mikroplastik," tutur Yusdi disela-sela usai memberikan arahan bagi para penyelam.

Setelah kurang lebih 1 jam didasar laut Pelabuhan Waisai, Raja Ampat ratusan penyelam tersebut membawa sejumlah sampah di kantong plastiknya masing-masing. Sampah-sampah itu berbagai jenis. Selanjutnya sampah itu akan dibuang ke tempatt pembuangan akhir.

“Saya harap masyarakat bisa lihat ini. Laut ini bukan tempat sampah. Mari kita sama-sama hargai laut. Laut adalah masa depan kita bersama. Apalagi Raja Ampat ini tujuan wisata dunia, diharapkan masyarakat bisa menjaga keindahan alam kita yang tercinta ini,” harap Yusdi.

Kegiatan bersih-bersih laut yang diselenggarakan Raja Ampat dan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini didukung oleh sejumlah lembaga seperti Club Diving Proporsional Asisiasi Diving Raja Ampat (PADRA) yang merupakan kumpul pengusaha resort, hotel dan homestay di Raja Ampat, komunitas Non Goverment Organisation (NGO) seperti Conservation International, Gabungan Pengusaha Wisata Selam Republik Indonesia (Gahawisri) dan club mobil Raja Ampat

Kegiatan bersih-bersih laut ini juga melibatkan Basarnas Raja Ampat, Unit Pelaksana Teknis Badan Layanan Umum Daerah Provinsi Papua Barat dan beberapa institusi lainnya. by. Admin_01R

Friday, August 17, 2018

Peringatan Detik-detik Proklamasi Berlangsung Aman dan Hikmat di Raja Ampat

Upacara memperingati detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Raja Ampat, Jumat, 17 Agustus 2018 berlangsung aman, lancar dan hikmat. Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati bertindak sebagai inspektur upacara pada pada acara yang berlangsung di Pantai Waisai Torang Cinta tersebut.

Pemuda-pemuda Raja Ampat yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih/Paskibra sukses menjalankan tugas mengibarkan merah putih di langit biru Raja Ampat. Setelah Paskibra yang kurang lebih dilatih sebulan oleh TNI AL Raja Ampat berhasil mengibarkan merah putih, Bupati Abdul Faris Umlati pun mengajak hadirin mengheningkan cipta untuk mendoakan dan menghormati para pahlawan yang berjuang Kemerdekaan Indonesia.

Sesaat kemudian sirene bergema disusul dengan pembacaan teks proklamasi oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Raja Ampat, Ismail Saraka.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati selaku Inspektur upacara  dalam amanatnya mengatakan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum untuk mengenang sejarah perjuangan pahlawan dan pendahulu bangsa dalam meraih kemerdekaan. Momentum ini harus bisa diambil hikmah bagi generasi masa ini untuk terus mengisi kemerdekaan dengan kerja nyaya bagi daerah dan bangsa Indonesia .

"Tugas kita saat ini adalah kerja. Dan kerja nyata untuk  meraih prestasi. Kemerdekaan itu bukan capaian akhir tapi awal dari perjuangan," ujar Abdul Faris Umlati.

Abdul Faris Umlati menjelaskan Kabupaten Raja Ampat adalah milik semua  masyarakat. Karena itu, katanya, semua pihak dan elemen masyarakat Raja Ampat untuk terus berkontribusi bagi  kemakmuran Raja Ampat.

"Visi kita gerakan membangun pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat Raja Ampat. Visi ini bisa tercapai jika kita kerja dan kerja sama. Kita butuh dukungan seluruh  elemen masyarakat Raja Ampat," ujarnya.

Sehubungan semakin dekatnya pesta demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif, Abdul Faris Umlati meminta masyarakat untuk bijak dan tetap menjaga keamanan.

"Mari kita jaga Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia," ujar Abdul Faris Umlati.
"Saya harap kita terus bekerja dengan niat iklas membangun bangsa ini khususnya Kabupaten Raja Ampat," tambahnya.

Upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Indonesia tahun 2018 di Raja Ampat ini ditandai pemotongan tumpeng oleh bupati dan wakil bupati Raja Ampat. Juga dimeriahkan dengan perlombaan lewang kepala (kukur kelapa) dan panjat pinang.by.Admin_01R


Thursday, August 16, 2018

Lomba Gerak Jalan Meriahkan Peringatan HUT ke-73 RI di Raja Ampat

Salah Satu Peserta Lomba Gerak Jalan dari Salah Satu SKPD di Raja Ampat


Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melaksanakan sejumlah perlombaan dan pertandingan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, salah satunya adalah lomba gerak jalan yang dilaksanakan, Kamis 16 Agustus 2018.

Kurang lebih 52 peserta dari berbagai kelompok masyarakat ikut serta dalam kegiatan tersebut, diantaranya adalah pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama dan  Sekolah Menengah Atas (SMA). Juga terdapat  utusan instasi pemerintah,  BUMN dan BUMD,   utusan dunia perbankan yang ada di Raja Ampat, perwakilan paguyuban dan kelompok masyarakat.

Lomba ini dilepas oleh Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati di  Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat.  Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) sebagai titik start pelaksanaan lomba.

Kepada peserta lomba,  Abdul Faris Umlati meminta untuk mengikuti lomba dengan menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan. Ia juga berpesan berlomba dengan penuh sportivitas yang tinggi, serta memaknai arti nasionalisme. “Melalui gerak jalan ini marilah kita memaknai semangat dan perjuangan kemerdekaan.  Tetap semangat, dan terpenting dengan lomba ini, mari jaga persatuan dan kesatuan, dan tanamkan terus jiwa nasionalisme,” imbuhnya

Abdul Faris Umlati juga memberikan apresiasi atas partisipasi dan antuasi peserta untuk mengikuti berbagai kegiatan pertandingan dan pelombaan dalam rangka HUT ke-73 Republik Indonesia. 
“Terima kasih atas dukung, partisipasi dan keikutsertaan bapak dan ibu dalam mengikuti kegiatan ini. Juara atau tidak itu bukan masalah tetapi semangat kemerdekaan dan proklamasi itu benar-benar tertanam dalam hati kita, khususnya semangat dalam menjalankan tugas-tugas kita sehari-hari,” ujar Abdul Faris Umlati.
Salah Satu Peserta Lomba Gerak Jalan dari SKPD Di Raja Ampat

Setelah dilepas di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), peserta lomba pun bergerak dan melewati jalan utama di Kota Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat dan berakhir di Halaman Kantor Bupati Raja Ampat yang disambut Wakil Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas.

Sekedar informasi bahwa dalam rangka memperingati HUT ke-73 RI tahun 2018, Pemda Raja Ampat menggelar sejumlah kegiatan perlombaan dan pertandingan, diantaranya jalas sehat berhadiah, lomba kebersihan lingkungan, lomba gerak jalan, lomba panjat pinang, lomba tarik tambang, kegiatan karnaval dan jalan sehat berhadiah. Semua kegiatan ini dilaksanakan di Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat. By.Admin_01R

Bupati Raja Ampat Kukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih Tingkat Raja Ampat


Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih (Paskibra) tingkat Kabupaten Raja Ampat, Rabu, 15 Agustus 2018.


Pengukuhan yang berlangsung di Gedung Wanita Syalome Syeben,  Waisai, Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat tersebut dihadiri  Wakil Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas, Kapolres Raja Ampat, AKBP Edy Setyanto Erning W.Sik dan sejumlah pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah di  Raja Ampat.

Abdul Faris Umlati dalam arahannya meminta kepada anggota Paskibra Raja Ampat untuk melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggungjawabnya. 

“Saudara-saudara adalah pemuda-pemuda pilihan dari ribuan pemuda Raja Ampat untuk mengibarkan bendera merah putih pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia. Saya harap saudara-saudara melaksanakan tugas dan beban tanggung jawab ini dengan baik,” ujar Abdul Faris Umlati.

Lebih lanjut Abdul Faris Umlati mengharapkan setelah menunaikan tugas sebagai pasukan pengibar bendera merah putih pada puncak peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia maka sebagai pemuda bangsa para peserta Paskibra harus tetap menjaga panutan dalam kehidupan sosial kemasyarakat dan  menjaga nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga akhir hayat.

“Tadi saudara-saudara telah berjanji dan berikrar bahwa bendera merah putih harus di bawah sampai akhir hayat, jiwa dan semangat selalu ditanamkan  dalam fikiran dan tindakan, dimana gelora yang membara sesuai dengan warna merah, hati yang bersih sesuai dengan warna putih selalu dan terus di bawah ke dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Abdul Faris Umlati.

Abdul Faris Umlati juga memberikan apresiasi keada pelatih yang telah mendidik dan melatih tiga puluh (30) pemuda Raja Ampat untuk menjadi para anggota Paskibra pada momentum HUT ke-73 Republik Indonesia di Kabupaten Raja Ampat.

Abdul Faris Umlati menjelaskan pelaksanaan pengukuhan Paskibra merupakan rutinitas tahunan yang pemerintah melaksanakan pengibaran bendera serentak dan juga menyiapkan pasukan pengibar bendera.

Dijelaskannya pengukuhan Paskibra juga simbolis menghormati perjuangan pendahalu dan pahlawan yang berjuang mengorbankan jiwa dan raga untuk membentuk Negara kesatuan Indonesia dan telah mengibarkan sang saka merah putih di bumi pertiwi ini,setelah itu banyak sekali pejuang-pejuangan dari satu generasi  ke generasi yang lain berjuang hanya untuk  mempertahankan Negara yang kita cintai ini sampai sekarang.

“Kita pun harus berjuang untuk mengharumkan nama bangsa dan Negara,mengibarkan setinggi-tingginya sang saka merah putih,” ujarnya

Sementara itu, puncak peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia di Kabupaten Ra

ja Ampat akan akan dilaksanakan besok (Jumat 17 Agustus 2018) dipusatkan di Pantai Waisai Torang Cinta dan bertindak sebagai inspektur upacara acara adalah Bupati Raja Ampat. Seusai peringatan detik-detik proklamasi akan dilanjutkan dengan upacara tabur bunga yang akan dilaksanakan di Pelabuhan Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat. By. AdminKRA


Wednesday, August 15, 2018

Sambut HUT RI, Ratusan Masyarakat Raja Ampat Ramaikan Karnaval Budaya


Ratusan  masyarakat Raja Ampat yang terdiri dari etnis dan golongan, tua muda bahkan anak-anak sekolah turun ke jalan untuk meramaikan karnaval budaya yang digelar pemda Raja Ampat guna memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Indonesia tahun 2018.

Acara karnaval yang berlangsung Selasa, 14 Agustus 2018 dengan mengambil titik star dari Pantai Waisai Torang Cinta atau Pantai WTC tersebut selanjutnya melewati jalan-jalan utama di Kota Waisai-Kabupaten Raja Ampat dan berakhir di Halaman Kantor Bupati Raja Ampat.

Sejumlah etnis atau suku Nusantara yang berada di Raja Ampat hadir dalam acara bertajuk budaya tersebut dengan menampilkan pakaian dan tarian khas daerahnya masing-masing.

Tak ketinggalan tarian suling tambur dan tarian khas masyarakat asli Raja Ampat memimpin karnaval budaya tersebut. Sejumlah anak-anak sekolah dari berbagai lembaga pendidikan di Raja Ampat hadir dengan menggunakan pakaian profesi-profesi tertentu seperti polisi, tentara, dokter, rohaniawan, bahkan hingga pakaian ASN. Tidak saja masyarakat dari berbagai etnis, karnaval budaya tersebut juga dihadiri pegawai di Pemda, BUMN, Perwakilan Organisasi Wanita, Tokoh Agama bahkan juga nampak Bupati dan Ketua Tim Penggerak PKK Raja Ampat mengambil bagian dan hadir bersama masyarakat dalam Karnaval Budaya tersebut.

 Pemda Raja Ampat menyambut positif atas terlaksananya karnaval budaya dalam rangka HUT ke-73 RI tersebut. Bupati AFU sapaan Abdul Faris Umlati menyampaikan terima kasih atas dukungan dan keterlibatan masyarakat Raja Ampat dalam kegiatan tersebut.

 AFU menjelaskan keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa dan daerah. Bagi Raja Ampat, kata AFU keberagaman budaya tersebut sebagai kekuatan dan potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata Raja Ampat.

 "Saya menyampaikan kepada semua peserta bahwa tujuan kita mengkuti kegiatan ini agar semua tau adat istiadat kita yang sangat banyak dan sangat khas di Negeri kita tercinta baeragam macam budaya suku adat budaya semua berbeda tetapi kita semua satu yaitu Indonesia" ujar Bupati AFU.

Karnaval budaya ini diikuti 41 peserta dari berbagai dinas di Pemda kabupaten Raja Ampat, panguyubuan, kerukunan, lembaga pendidikan (Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menangah Pertama, Sekolah Dasar, TK/PAUD), Organisasi Wanita seperti Tim Penggerak. PKK. Selain karnaval budaya,

Pemda Raja Ampat juga menggelar sejumlah pertandingan dan perlombaan, diantaranya adalah jalan sehat, gerak jelan, lomba kebersihan lingkungan, tarik tambang dan panjat pinang. Sementara itu puncak Peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia tersebut akan dilaksanakan di Pantai Waisai Torang Cinta dengan inspektur upacara Bupati Raja Ampat yang dilanjutkan tabur bunga di Pelabuhan Waisai, Kabupaten Raja Ampat.