Tuesday, August 21, 2018

Aksi Bebas Sampah di Laut, Raja Ampat Libatkan Ratusan Diver

Bagi kebanyakan orang laut adalah lumbung hidup. tetapi disini lainnya banyak orang juga tak menyadari hal ini. Bagi orang indonesia, laut tidak saja sumber kehidupan tetapi juga memiliki fungsi penting bagi pertahanan negara dan kedaulatan NKRI. 

Menjaga dan merawat laut mungkin bagian penting dari sikap hidup untuk bersyukur karena Tuhan menganugerahkan bangsa Indonesia sumber daya alam yang melimpa di perairan. karena itulah maka pemerintah melalui lembaga terkait mencanangkan gerakan membersih laut dan pantai dari sampah dan bintang berduri. 

di Raja Ampat guna mensukseskan gerakan nasional untuk membebaskan laut dari sampah tersebut, pemda Raja Ampat melibatkan puluhan penyelam (diver) dari berbagai lembaga baik instansi pemerintah maupun swasta untuk membersihkan laut Raja Ampat dari sampah dan bintang berduri.

Aksi bersih laut yang bertajuk, "bersih-bersih laut, angkat bintang laut berduri, menghadap ke laut di 73 titik sepanjang pesisir pantai seluruh Indonesia"  dilaksanakan di Pelabuhan Waisai-Kota Raja Ampat, Minggu (19/8/2018).

Selain Pelabuhan Waisai sebagai pintu masuk Raja Ampat kegiatan serupa juga dilaksanakan di dua obyek wisata di Raja Ampat yakni Pulau Saunek Mondey dan Pulau Arborek, Distrik Meonsmanswar, Raja Ampat.

Bupati Raja Ampat melalui Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo menjelaskan kegiatan bersih-bersih laut ini merupakan aksi nasional untuk membebaskan laut Indonesia dari sampah. Kegiatan ini sebagai aksi nyata peduli laut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dijelaskannya kegiatan ini tidak saja dilaksanakan di Raja Ampat tetapi juga di 72 titik pantai lainnya di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke.

"Raja Ampat menjadi titik terakhir dari aksi bersih-bersih laut dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini," ujar Yusdi Lamatenggo.

"Gerakan ini untuk mendukung gerakan  nasional membersihkan laut. Kenapa? Untuk menanamkan rasa cinta kita kepada laut," tambahnya.

Dikatakannya, laut bersih itu tidak  saja menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh komponen masyarakat.

Ia berharap aksi bersih laut ini menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak untuk bersama-sama menjaga Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia.

"Kita usahakan Raja Ampat ini harus bersih dan  bebas dari sampah," harap Yusdi.

Lebih lanjut dikatanya, di dunia ini Indonesia merupakan negara dengan  penyumbang sampah kaut terbesar di dunia.

"Jika dibiarkan maka laut  kita akan penuh sampah. Bahkan penelitian Universitas Hasanuddin menjeladkan ikan di Indonesia bagian timur banyak mengandung mikroplastik," tutur Yusdi disela-sela usai memberikan arahan bagi para penyelam.

Setelah kurang lebih 1 jam didasar laut Pelabuhan Waisai, Raja Ampat ratusan penyelam tersebut membawa sejumlah sampah di kantong plastiknya masing-masing. Sampah-sampah itu berbagai jenis. Selanjutnya sampah itu akan dibuang ke tempatt pembuangan akhir.

“Saya harap masyarakat bisa lihat ini. Laut ini bukan tempat sampah. Mari kita sama-sama hargai laut. Laut adalah masa depan kita bersama. Apalagi Raja Ampat ini tujuan wisata dunia, diharapkan masyarakat bisa menjaga keindahan alam kita yang tercinta ini,” harap Yusdi.

Kegiatan bersih-bersih laut yang diselenggarakan Raja Ampat dan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini didukung oleh sejumlah lembaga seperti Club Diving Proporsional Asisiasi Diving Raja Ampat (PADRA) yang merupakan kumpul pengusaha resort, hotel dan homestay di Raja Ampat, komunitas Non Goverment Organisation (NGO) seperti Conservation International, Gabungan Pengusaha Wisata Selam Republik Indonesia (Gahawisri) dan club mobil Raja Ampat

Kegiatan bersih-bersih laut ini juga melibatkan Basarnas Raja Ampat, Unit Pelaksana Teknis Badan Layanan Umum Daerah Provinsi Papua Barat dan beberapa institusi lainnya. by. Admin_01R

No comments:

Post a Comment